KEGIATAN SEKOLAH
PEMUKULAN GONG TANDAI PERAYAAN HUT SMANSAPRAMA KE-28 Minggu, 01 Februari 2026
KEGIATAN SEKOLAH
TINGKATKAN ANIMO KULIAH SMANSAPRAMA GELAR EDU EXPO Minggu, 01 Februari 2026
JUMAT RELIGI
SMANSPRAMA Adakan Jumat Berbudaya Religi Minggu, 25 Januari 2026
Pendidikan
20 Jurusan S1 dan D4 Sepi Peminat di UGM, Acuan Daftar SNBP 2026 Jumat, 23 Januari 2026
Kamis, 12 Desember 2024
1890 Views
Jakarta - Nama Mundakir kini menghiasi jabatan tertinggi atau rektor di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Namun, jauh sebelum terpilih sebagai rektor, Mundakir punya cerita masa kecil yang mengharukan.
Mundakir dibesarkan oleh keluarga dengan sang ayah yang merupakan buruh serabutan. Ia besar dari hasil jerih payah Tardji, ayahnya yang bekerja serabutan di sawah.
Tempuh Perjalanan 2 Km untuk Sekolah
Saat kecil, Mundakir setiap hari harus menempuh jarak 2 km berjalan menuju sekolahnya. Di saat anak lain pergi menggunakan sepeda, ia harus berjalan karena tak belum sanggup membelinya.
"Dari kecil memang saya suka belajar. Dulu kecil sekolah harus jalan kaki 2km karena tidak punya sepeda. Usai pulang sekolah ya bantu bapak-bapak di sawah," kata Mundakir, sebagaimana dikutip dari laman UM Surabaya, Senin (9/12/2024).
Meski sehari-hari terasa berat, tetapi prinsip Mundakir adalah selalu mendahulukan pendidikan. Menurut kakaknya, Tarmining, Mundakir kecil sangat senang membaca buku.
Saat harus masuk MTs Negeri 1 Lamongan, Mundakir membiayai sekolahnya lewat pinjaman. Meski demikian, sang ayah selalu berusaha membayar hutangnya tepat waktu.
Untuk memperbaiki ekonominya, Mundakir sekeluarga pernah pergi ke Sumatera untuk mencoba peruntungan. Akan tetapi, dikarenakan tak betah mereka kembali ke Jawa.
Sempat Kerja di Pabrik-Tukang Cukur
Prestasi Mundakir semakin terlihat saat ia masuk SMA Muhammadiyah 1 Babat. Ia selalu masuk peringkat lima besar dan mewakili sekolahnya dalam lomba cerdas cermat.
Setelah lulus SMA, Mundakir kemudian bekerja untuk memenuhi kecukupannya. Ia pernah bekerja di pabrik hingga sebagai tukang cukur.
"Setelah lulus dari SMA Muhammadiyah 1 Babat saya berhenti 2 tahun dan merantau ke Surabaya, saya bekerja di proyek rel kereta api. Pernah juga kerja di pabrik kayu, kemudian menjadi tukang potong rambut di salon," kata Mundakir.
Setelah dua tahun bekerja di orang lain, Mundakir pulang ke desa dan membantu sang ayah menjadi tengkulak semangka. Usaha tersebut lancar dan menjadikan ekonomi Mundakir dan keluarga membaik.
Mundakir juga bisa membeli sapi yang kemudian hasil ternaknya bisa membiayai kuliah. Mundakir mengambil D3 Keperawatan UM Surabaya. Lalu melanjutkan S1 ke Universitas Airlangga (Unair).
Pada 2004, ia mengambil profesi Ners Unair. Setelah itu, karier Mundakir adalah dosen di UM Surabaya.
Selama jadi dosen, ia juga melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Indonesia (UI) dan S3 di Unair. Kini Mundakir menikan dengan Nuzul Qur'aniati dan dikaruniai dua orang anak yakni Zafran dan Abyan.
Pada 2024, Mundakir dilantik sebagai Rektor UM Surabaya periode 2024-2028. Sebelum menjadi rektor, ia pernah menjadi Sekretaris Program Studi (Sekprodi) S1 Keperawatan, Kaprodi S1 Keperawatan, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Wakil Rektor IV UM Surabaya.
SMANSAPRAMA MEDIA- SMA Negeri 1 Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri (Smansaprama) menggelar kegiatan Jumat Pahing Berbudaya Seni di halaman sekolah, Jumat (06/12/2024). Kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah dan bertujuan untuk mengembangkan bakat siswa serta melestarikan budaya Indonesia.
Lanjutkan Membaca
SMANSAPRAMA MEDIA - SMA Negeri 1 Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri (Smansaprama) melaksanakan upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke-79 yang jatuh pada, Senin (25/11/2024). Upacara berlangsung tertib dan khidmat dengan diikuti oleh seluruh warga sekolah.
Lanjutkan Membaca
SMANSAPRAMA MEDIA – Dalam memeriahkan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2024, SMA Negeri 1 Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri (Smansaprama) menggelar kegiatan lomba yel-yel antar-kelas dan lomba voli air antara guru dan karyawan, Jumat (22/11/2024). Perlombaan yang berlangsung seru dan menyenangkan ini bertujuan untuk mengasah kreatifitas, kekompakan, sekaligus membangun kebersamaan seluruh warga sekolah.
Lanjutkan Membaca
SMANSAPRAMA MEDIA- SMA Negeri 1 Wonosegoro, Kabupaten Boyolali melakukan kunjungan Studi Tiru Sekolah Adiwiyata di SMA Negeri 1 Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri (Smansaprama), Rabu (20/11/2024). Studi tiru ini sebagai komitmen untuk belajar mewujudkan sekolah yang berbudaya dan ramah lingkungan seperti halnya Smansaprama yang sudah lolos sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Jawa Tengah Tahun 2024.
Lanjutkan Membaca